rihants com blue

Jumat, 24 April 2015

Material Bangunan Ramah Lingkungan



Pemanfaatan bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, dengan diberikan sentuhan baru, digunakan ulang dapat memberikan suasana baru pada bangunan, lebih murah dan kuat tentunya sehingga dengan demikian peran serta penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan dapat diaplikasikan.

Adapaun material bangunan yang ramah lingkungan harus memenuhi beberapa kriteria antara lain :

  1. Tidak beracun sebelum maupun sesudah di pergunakan.
  2. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat yang membahayakan bagi lingkungan.
  3. Dapat menghubungkan kita dengan alam, dengan kata lain semakin dekat dengan alam karena kesan alami dari material yang dipergunakan, contohnya batu bata yang mengingatkan kita akan tanah, kayu pada pepohonan.
  4. Untuk mendapatkan bahannya diperoleh dengan mudah dan dekat. (Tidak memerlukan biaya 
  5. atau proses memindahkannya yang besar. Karena untuk menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan).
  6. Bahan yang digunakan dapat diurai dengan mudah dan alami. 


  7. Sementara material yang bangunan ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya : batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang semakin sulit diperoleh, tetapi apabila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita lebih nyaman serta dekat dengan alam dan mengingatkan akan tumbuh-tumbuhan.

    Semen, keramik, batu bata, alumunium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan yang ramah lingkungan.
    Sementara itu kerangka bangun utama dan atap kini meterial kayu perlahan-lahan mulai tergantikan posisinya dengan diperkenalkannya baja ringan dan alumunium. Isu penebangan liar ( illegal logging ) akibat pembabatan hutan yang tidak terkendali berakibat fatal dengan semakin berkurangnya material kayu, selain itu juga sebagai wujud dari kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu demi menjaga kelestarian alam dibumi. 

    Rangka atap bangunan dari baja memiliki keunggulan yang lebih kuat, anti karat, anti keropos, anti rayap, lentur, mudah dipasang dan lebih ringan sehingga beban konstruksi dan fondasi jauh berkurang. Baja ringanpun dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya.
    Kusen jendela dan pintu sudah mulai menggunakan bahan alumunium sebagai generasi bahan bangunan dimasa yang akan datang menggantikan posisi kayu yang telah sekian lama mendominasi posisi tersebut. Alumunium memiliki ke unggulan dapat didaur ulang, bebas racun dan zat pemicu kangker bebas perawatan serta lebih praktis ( sesuai gaya hidup modern ) sesuai dengan tujuan utama dalam peran serta menggunakan materil bangunan ramah yang lingkungan, dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising ( hemat energi dan biaya ), lebih kuat, tahan lama, anti karat, tahan lama, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjalnya, dengan berbagai ragam pilihan bentuk serta ukuran dengan tekstur variasi ( klasik, kayu ).

    Sementara itu bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik, batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan, memiliki karakteristik yang tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara serta menyerap sinar matahari secara signifikan.

    Kehalusan permukaan dan warna bahan bagungan sangan menetukan iklim mikro disekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari baik dan menaikan suhu sekitar. warna gelap serta kasar akan membantu meredam dan menyerap panas matahari. Bahan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu sekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar sehingga pencapaian penggunaa bangunan ramah lingkungan lebih maksimal.
    Demikianlah paparan penggunaan materil bangunan ramah lingkungan yang tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya memanfaatkan dari sekitar lingkungan kita atau dari bahan-bahan yang sudah dipandang tak memiliki manfaat, yang diperlukan adalah ide-ide cerdas dan kreatif untuk mengaplikasikannya, semoga impian untuk peran andil dalam penggunaan bangunan ramah lingkungan bisa tercapai. Go green.

Kamis, 23 April 2015

“Green Building”, Bangunan ramah lingkungan syaratkan efisiensi

Postingan kali ini, saya membahas mengenai artikulasi dan pemahaman mengenai apa itu Green Building, dan apa saja langkah-langkah yang harus diambil untuk mendukung konsep ramah lingkungan ini. Ini ada penjelasan yang saya dapat dari harian Kompas dan sumber lainnya, semoga bermanfaat.




Konsep green building atau bangunan ramah lingkungandidorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini punya kontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro.

“Poin terbesar dalam konsep ini adalah penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan,” kata Rana Yusuf Nasir dari Ikatan Ahli Fisika Bangunan Indonesia (IAFBI), sebagai salah satu pembicara dalam diskusi panel “Pemanasan Global-Apa yang Dapat Dilakukan Dunia Properti?”, Jumat (24/8) di Jakarta.

Menurut Rana, di Indonesia akses energi terbarukan masih lemah. Suplai energi listrik untuk properti hanya mengandalkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang belum menggunakan sumber energi terbarukan.

Di Amerika Serikat, lanjut Rana, berbagai perusahaan penyuplai energi listrik dengan berbagai pilihan bahan bakar, termasuk bahan bakar terbarukan. Pengembang yang memilih energi listrik dari sumber terbarukan akan memperoleh poin terbesar dalam konsep green building.


(Konsep bagaimana bangunan yang ramah lingkungan itu yang sebenarnya)

Pembicara dalam diskusi panel tersebut di antaranya Yandi Andri Yatmo (Ikatan Arsitek Indonesia-Jakarta), Meiko Handoyo (Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia-Jakarta), Simon Molenberg (Director Tourism, Real Estate and Construction Asia Region), dan Stephanus D Satriyo (Asosiasi Manajemen Properti Indonesia).

Di banyak negara, bagi Meiko, penerapan konsep green building terbukti menambah nilai jual. Namun, di Indonesia masih butuh proses edukasi panjang. Di Indonesia bahkan muncul kerancuan bahwa bangunan ramah lingkungan itu mahal, sulit, dan tidak feasible secara bisnis.

(Gedung EDITT, bangunan ramah lingkungan di Singapura yang cukup mahal biaya pembuatannya)

“Para pengelola gedung sebagai pengguna energi cukup besar kini memiliki tanggung jawab mengurangi pemanasan global dengan cara-cara menghemat energi, air, bahan bakar, dan sebagainya,” kata Satriyo. Kegiatan diskusi panel yang difasilitasi PT Colliers International Indonesia dan PT Cisco System Indonesia itu sekaligus untuk mengenalkan acuan green building melalui konsep Leadership in Energy and Environtmental Design (LEED).

Menurut Rana, penerapan konsep LEED pada hakikatnya sebagai upaya pemberian penghargaan atas karya properti ramah lingkungan atau yang memegang konsep green building. Konsep LEED memperkenalkan 85 poin penilaian yang memiliki peringkat tersertifikasi, silver, gold, dan platinum.


Efisiensi


(Salah satu contoh gerakan penghijauan, masih dirasa kurang efisien)


Menurut Rana, yang juga menjadi Ketua Himpunan Ahli Tata Udara dan Refrigerasi tersebut, penerapan LEED untuk pembangunan properti juga mensyaratkan secara mutlak beberapa hal, seperti efisiensi penggunaan air, penggunaan energi secara minimum, atau upaya perlindungan lapisan ozon.

Sementara itu, menurut Rana, pemilik atau pembangun properti di Indonesia hingga sekarang belum ada yang memiliki sertifikasi LEED. Beberapa negara, seperti India, China, Dubai, dan Vietnam, juga sudah cukup banyak menerapkan konsep LEED. Sertifikasi LEED pada awalnya dirumuskan Green Building Council Amerika Serikat.

(Contoh bangunan ramah lingkungan lainnya)

Menurut Yandi, dunia pendidikan dan profesi arsitektur selama ini cenderung melihat arsitektur sebagai bangunan yang berdiri sendiri. “Kita perlu memperluas pengertian tentang arsitektur ini. Tolok ukur green building membuka kesempatan untuk menempatkan bangunan dalam jaringan yang lebih luas, terkait aspek-aspek iklim, sumber daya alam, sosial, dan budaya,” kata Yandi Andri Yatmo.

Menurut dia, “Pendidikan berperan penting dalam pemahaman tentang sustainability.” Isu utama menyangkut bangunan ramah lingkungan, kata Yandi, di antaranya adalah membangun hanya yang diperlukan dan tidak menggunakan lebih dari yang diperlukan, menganut prinsip keterkaitan, serta memandang profesi arsitek sebagai “pengurus bumi” (steward of the earth).


(Solar Dezhou, bangunan yang menggunakan energi matahari untuk sistem pencahayaannya)

Strategi desain yang dapat diterapkan antara lain, tambah Yandi, pemanfaatan material berkelanjutan, keterkaitan dengan ekologi lokal, keterkaitan antara transit dan tempat tinggal, rekreasi dan bekerja, serta efisiensi penggunaan air, penanganan limbah, dan mengedepankan kondisi lokal baik secara fisik maupun secara sosial.


Mengapa Penghijauan itu Penting?

Pertanyaan ini pastinya ada dibenak kita, kenapa penghijauan itu penting. Sebenarnya alasan itu sungguh banyak dan tak mungkin dijelaskan satu-persatu secara rinci. Namun, berhubung kita lagi membahas bangunan ramah lingkungan, akan saya jabarkan mengapa penghijaun itu penting bagi bangunan dan manusia didalamnya.


Ada beberapa alasan mengapa Bangunan Ramah Lingkungan sangat penting.

*Green Building menghemat energi. Hal ini dipengaruhi oleh desain bangunan, ventilasi udara, penggunaan solar panel.

*Penggunaan air yang lebih hemat. Seluruh sistem yang menggunakan air, terutama pada toilet, didesain menghemat penggunaan air, seperti flush pada toilet, teknologi water sense pada dish washers, dan masih banyak lagi.

*Green Building menyehatkan untuk manusia. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kelembaban udara, ventilasi yang sangat memadai, dan filtrasi udara.

*Green Building mengurangi sampah / limbah yang ditimbulkan manusia. Hal ini dikarenakan, hampir seluruh bahan bangunan yang digunakan berasal dari daur ulang yang dimana ini memenuhi konsep penyelamatan lingkungan yang sangat sederhana, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

*Green Building berperan mengurangi emisi karbon. Dari poin-poin ke-4 diatas, semuanya berperan dalam mengurangi emisi karbon yang dibuang. Sebagai contoh, kaca pada kaseluruhan bangunan, dan penggunaan solar panel, secara otomatis mengurangi tingkat penggunaan listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga listrik yang membutuhkan begitu banyak bahan bakar, dan menghasilkan polusi udara.

Apa Itu Bangunan Ramah Lingkungan?


Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan didorong menjadi gaya dunia bagi pengembangan properti saat ini, karena bangunan ramah lingkungan ini memiliki kontribusi dapat menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro.

Fakta akibat pemanasan global menyebabkan terus berkembangnya produk industri dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan saat ini. Green building adalah suatu praktek membuat struktur dan menggunakan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya yang seefisien mungkin di seluruh siklus hidup suatu bangunan, dari saat mendesain, melakukan konstruksi, membangun, memelihara bangunan, melakukan renovasi dan dekonstruksi bangunan. Konsep green building sendiri menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan.

Green building dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan dampak bangunan baru terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Sebagai contoh, memanfaatkan sinar matahari melalui teknik tenaga surya atau menggunakan tanaman dan pohon-pohon kecil sebagai atap bangunan sehingga terlihat hijau.

Desain green building akan memperhatikan banyaknya ruang terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami, sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan AC pada siang hari. Selain itu, akan diperhatikan juga bahwa bangunan tersebut hemat energi, membatasi lahan terbangun, sederhana, memiliki mutu yang baik, efisiensi material serta material yang digunakan ramah lingkungan. Rancangan umum saat ini adalah atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap yang memiliki nilai ekologis tinggi, yaiktu mengurangi suhu udara dan pencemaran serta menambah ruang hijau.

Penggunaan material bahan bangunan yang tepat juga berperan besar dalam menghasilkan bangunan berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa produsen bahan bangunan telah membuat produk dengan inovasi baru yang meminimalkan terjadinya kontaminasi lingkungan, mengurangi pemakaian sumber daya alam yang tak terbarukan, dan menghemat penggunaan energi secara keseluruhan.

Kesimpulannya adalah, konsep green building yang dikembangkan saat ini akan menjaga lingkungan tetap hijau, selaras, dan harmonis dengan mereka yang tinggal di dalamnya.


Pendekatan Umum Untuk Merancang Green Building


Salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan untuk merancang green building adalah sebagai berikut:

Langkah pertama: “To Know Where You Are”
Langkah pertama adalah mengenali lokasi tempat Anda tinggal. Langkah ini mempertanyakan bagaimana kualitas lingkungan hidup di sekitar Anda dan bagaimana kemungkinan tingkat kualitas hidup yang akan dapat dicapai.

Langkah kedua: “Size Does Matter”
Berlawanan dengan pandangan umum bahwa semakin besar ruangan semakin baik bagi penggunanya, terutama pada bangunan rumah tinggal, pada pendekatan green building tidak selalu demikian. Ruangan yang lebih besar tidak lebih baik, karena makin kecil bangunan maka akan makin lebih baik kontrol aspek lingkungan terhadap bangunan tersebut.

Langkah ketiga: “Make Sure Yourself”
Langkah ketiga adalah menyadari dan meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita memang ingin membangun bangunan yang ramah lingkungan. Kesadaran ini menjadi salah satu faktor penting karena akan membantu kita fokus pada usaha perancangan yang realistis, dalam artian melakukan penghematan energi dan perlindungan terhadap berbagai sumber alam yang akan dipakai.

Langkah keempat: “Learn The Alternative Way”
Langkah keempat lebih banyak bersifat teknis, yaitu mempelajari alternatif metode membangun dan menggunakan material yang tepat guna serta ramah lingkungan.


Semoga dengan penjabaran tadi, kita bisa lebih memahami apa tujuan dari penghijauan itu sebenarnya. seluruh data yang ada saya ambil dari beberapa sumber media yang cukup dipercaya.

Jumat, 17 April 2015

Resensi Non Fiksi

AL-QUR’AN KITAB KEDOKTERAN


Judul      : AL-QUR’AN KITAB KEDOKTERAN

Penulis   : Prof. Dr. Yusuf al-Hajj Ahmad

Penerbit : Sajadah_Press

Cetakan  : I, Juni2008

Tebal      : xii + 424 halaman



RINGKASAN CERITA

Terdapat 57 bab di dalam buku ini yang menginspirasi seluruh umat manusia. Bab 1 adalah Dunia Medis dalam Perspektif Islam. Dalam bab ini, penulis menyodorkan enam karakteristik pokok pengobatan Islam.

Pada bab 6 dijelaskan hidup bersih ala Nabi Saw. Nabi selalu menjaga kebersihan tangannya, Beliau senantiasa berwudhu. Anjuran yang Beliau sampaikan jauh sebelum adanya disiplin bakteriologi dan ilmu tentang penyakit lambung. Dan ini adalah sebuah aturan besar yang memperhatikan kesehatan seluruh dunia, dan tidak hanya untuk kepentingan agama saja. 3 juta manusia meninggal setiap tahun dan kita tidak mengetahuinya. Mereka mati akibat tidak menjaga kebersihan tangan, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan tidak mengindahkan istinja’.

Bab “Wajah adalah cermin jiwa” Al-qur’an memastikan ketika sedang dilanda kesedihan, wajah manusia akan murung dan menghitam. Dalam Al-qur’an juga memaparkansatu fakta penting yaitu wajah merupakan cermin jiwa dan manusia bisa mengetahui gejolak hati seseorang hanya dengan melihat raut mukanya. Hal tersebut tertuang dalam Qs. Al-Hajj (22): 72) dan Qs. Al-Fath (48): 29).

Dalam buku ini juga diterangkan mengapa daging babi, tatto, darah, daging hewan buas, dan zina itu diharamkan. Yang jelas, itu semua diharamkan karena banyak membawa keburukan bukan manfaatnya.

Pada beberapa bab juga diterangkan teknik pengobatan suatu penyakit. Diantaranya yaitu terapi bekam, teknik pengobatan kayy, terapi kompres, terapi bisa lebah. Dalam terapi bekam, penyakit yang bisa ditanggulangi adalah melemahnya bilik jantung sebelah kanan, intoksikasi kronis, dan melimpahnya sel darah merah melebihi dosis normal."

Dan bab terakhir ditutup dengan Hak Paten Internasional bagi Obat Tetes Mata Qur’ani”. Dalam bab ini Internasional mengakui pengobatan tersebut.



ANALISIS 

Ini merupakan buku yang menginspiratif. Dengan adanya buku ini kita jadi mengetahui banyak hal tentang Islam dan pengobatannya. Ternyata Islam khususnya orang timur tidak kalah dengan agama lain atau Negara lain. Bahkan Islam lah yang menjadi pedoman berkembangnnya ilmu dan tekhnologi di Indonesia. Jadi jangan takut untuk berkompetisi. Di balik keistimewaannya buku ini masih memiliki kekurangan. Diantaranya banyak ejaan yang kurang tepat dan kata yang salah. Tapi itu semua dapat tertutupi dengan melihat manfaat yang ditawarkan buku ini untuk kehidupan kita.

Rumah Kayu


rumah kayu yang unik
Rumah kayu yang unik – Rumah seperti ini mungkin tidak akan anda temui di Indonesia. Yang membuat unik rumah ini adalah bagian atapnya yang berbentuk melengkung seperti busur. Bisa dibilang, rumah ini adalah rumah kayu, dilihat dari unsur kayu yang sangat kental menyelimuti hampir seluruh bagian rumah ini.


Rumah Kayu Yang Unik

Rumah unik bergaya tradisional-modern ini terletak di suatu pulau kecil di Florida, Amerika. Dirancang oleh Totem Inc / Sweet Sparkman yang terinspirasi dari bentuk kano (perahu sampan) dan lambung kapal yang besar, rumah unik ini berbalutkan balok kayu pinus baik bagian luar maupun bagian dalamnya. Sementara itu pada bagian tertentu, kayu pinus tersebut dibuat melengkung, di mana kayu-kayu lainnya belum tentu bisa dibuat seperti itu. Jika dilihat dari luar, lengkungan tersebut terlihat dengan jelas mulai dari salah satu sisi hingga bagian atap rumah, dan bentuknya menyerupai busur. Dan apabila dilihat dari dalam, efek lengkungan membuat interior rumah terlihat seperti lambung kapal.

Rumah kayu yang unik dan minimalis ini seakan berdiri sendirian di pulau terpencil, dikelilingi hutan yang cukup lebat. Bahan kayu yang digunakan di rumah ini memberikan kesan alami dan tradisional, seakan menyatu dengan lingkungan sekitarnya yang banyak ditumbuhi pohon-pohon yang lebat.

Interior rumah ini ditata sederhana, rapi, dan indah. Total, bangunan ini memiliki tiga lantai. Ruangan utama ada di lantai dua, berisikan ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Lantai paling atas dipergunakan sebagai kamar tidur utama yang nyaman. Jika berada di ruangan paling atas ini, kita seakan berada di atas rumah pohon.

Rumah kayu yang unik ini disokong tiang baja yang kuat, menghujam langsung ke tanah. Banyaknya jendela kaca di rumah ini membuat penghuninya dapat leluasa melihat pemandangan hutan dan lautan. Hal ini juga memungkinkan sinar matahari untuk masuk dengan leluasa ke dalam rumah, membuat suasana di dalam ruangan tampak terang dan cerah.

Rumah kayu ini hanya dipergunakan sebagai rumah singgah atau seperti villa, dipergunakan oleh pemiliknya ketika musim liburan datang.

Ma Journey



 Pelajaran Berharga


saat ini....aku belajar ikhlas

aku belajar tentang arti perjuangan

belajar mengenai kebaikan....


di dunia ini tak ada yg sempurna

tapi diri kita sendiri yang menjadikan kita sempurna

................

perjungan tak berakhir, selama kita masih bernafas

senyuman lah yang menjadikan kita mudah untuk menjalaninya

teman kita lah yang memotivasi kita

menginspirasi kita, membantu kita

memberi semangat untuk kita dan slalu ada buat kita

..........

saat mataku terpejam

aku slalu berdoa kita semua memdapatkan yang terbaik dalam hidup kita

SALAM SEMANGAT BUAT KITA SEMUA!!!



Isna Fitriantika
19 Maret 2012 ·

Kamis, 16 April 2015

Makanan Khas Semarang Jawa Tengah Lengkap

Kali ini akan mengulas tentang makanan khas yang ada di Semarang.

Oke berikut makanan khas Semarang terkenal di Indonesia :






Lumpia semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang. Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang ketika pesta olahraga GANEFO diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.




Kamis, 26 Maret 2015

Semangat Nasionalisme di Kalangan Pelajar SMA

 
 
Katanya SMA adalah masa yang paling indah. Pencarian jati diri, perbanyak pertemanan, belajar tentang hal-hal baru itulah yang terjadi pada masa itu. Untuk menunjukkan jiwa nasionalisme salah satu yang dapat dilakukan siswa SMA yaitu dengan mengikuti upacara bendera. Dengan menjadi peserta upacara bendera, kita sudah ikut membangkitkan jiwa nasionalisme para pemuda. Apalagi menjadi seorang petugas bahkan yang mengibarkan Sang Merah Putih saat upacara, itu adalah hal yang sangat membanggakan. Apalagi, kesempatan menjadi Paskibraka baik di tingkat sekolah, kota, provinsi, bahkan nasional terbuka pada masa SMA.

Ekstrakulikuler Paskibra yang ada disekolah menjadi wadah untuk menjadi Paskibraka. Di ekstra paskibra kita diajarkan banyak hal selain pengolahan fisik tentunya. Yaitu tentang bagaimana caranya bersikap yang sopan santu, disiplin, sigap dan tegas, berani mengambil keputusan dan bermental baja. Karena saat mengibarkan Sang Merah Putih dibutuhkan mental dan fisik yang kuat karena tugas yang diemban sangatlah berat dan besar. Orang - orang terpilih dan dilatih khusus yang bisa mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara maupun pada tingkat daerah. Untuk mencapai tingkat nasional kita harus melewati beberapa fase. Yaitu seleksi di tingkat intern sekolah yang sekaligus pembekalan dini melalui pelatihan rutin sesuai dengan kebijakan masing-masing sekolah yang ditugaskan kepada ekstrakulikuler Paskibra. Selanjutnya ada tahap seleksi di Kota dan jika mendapat peringkat pertama saat seleksi akan dikirim ke provinsi. Yang dikirim ke tingkat provinsi adalah sepasang putra putri. Jika mendapat peringkat pertama putra putri saat seleksi provinsi, maka akan dikirim ke nasional dan mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu bulan. Saat pelatihan di tingkat nasional banyak hal yang didapatkan dan orang-orang yang terpilih lah yang mendapatkan pengalaman berharga tersebut.

Saat pelatihan di tingkat nasional kita mendapatkan teman baru dari berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, dalam pelatihan kita diajarkan baris berbaris, pelatihan fisik dan mental ala militer, berlatih berbicara yang baik, diajarkan bersikap yang baik, dibiasakan disiplin setiakawan solid mandiri. Lalu ada permainan seru yang dilakukan untuk selingan dalam pelatihan. Saat hari H bertugas yaitu tanggal 17 Agustus telah terbentuk 2 pasukan yaitu pasukan 8 dan 17 yang siap bertugas pada pengibaran bendera dan pasukan yang lain yaitu 8 dan 17 yang bertugas pada penurunan bendera. Seusai bertugas ada jamuan makan dengan Presiden dan pejabat tinggi pemerintahan dan selanjutnya ada study tour ke luar negeri yang dibiayai pemerintah. Yang paling berkesan dalam pelatihan Paskibraka nasional adalah pengukuhan yang dilakukan oleh Presiden dan pemakaian pertama baju PDU. Jadi, upacara adalah salah satu cara untuk membangkitkan atau menumbuhkan jiwa nasionalisme pemuda terutama dikalangan pelajar SMA.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management